
> 100 [seratus],
Kata keterangan.
# 100 [cento],
Avverbi.
.
> pernah – belum sama sekali.
# già una volta – non ... mai.
> Apakah Anda pernah ke Berlin?.
# È già stato a Berlino una volta?.
> Tidak, belum sama sekali.
# No, non ci sono mai stato.
.
> seseorang – tidak seorangpun.
# qualcuno – nessuno.
> Apakah Anda mengenal seseorang?.
# Conosce qualcuno qui?.
> Tidak, saya tidak mengenal seorangpun.
# No, non conosco nessuno.
.
> masih – tidak lagi.
# ancora – non più.
> Apakah Anda masih lama disini?.
# Resta ancora tanto qui?.
> Tidak, saya tidak lama tinggal disini.
# No, non ci resto più tanto.
.
> masih mau sesuatu – tidak mau apapun lagi.
# ancora qualcosa – più niente.
> Apakah Anda masih mau minum sesuatu?.
# Vuole bere ancora qualcosa?.
> Tidak, saya tidak mau minum lagi.
# No, non voglio più niente.
.
> sudah – belum.
# già qualcosa – ancora niente.
> Apakah Anda sudah makan?.
# Ha mangiato già qualcosa?.
> Tidak, saya belum makan.
# No, non ho mangiato ancora niente.
.
> masih ada (orang) – tidak ada seorangpun.
# ancora qualcuno – nessuno.
> Apakah masih ada (orang) yang ingin kopi?.
# Qualcuno vuole ancora un caffè?.
> Tidak, tidak ada seorangpun yang ingin minum lagi.
# No, nessuno.

> 99 [sembilan puluh sembilan],
Genitif.
# 99 [novantanove],
Genitivo
.
> kucingnya teman wanita saya.
# la gatta della mia amica.
> anjingnya teman laki-laki saya.
# il cane del mio amico.
> mainan anak-anak saya.
# i giocattoli dei miei bambini.
.
> Ini mantelnya kolega saya.
# Questo è il cappotto del mio collega.
> Ini mobilnya kolega wanita saya.
# Questa è la macchina della mia collega.
> Ini pekerjaan para kolega saya.
# Questo è il lavoro dei miei colleghi.
.
> Kancing kemeja yang copot.
# Il bottone della camicia si è staccato.
> Kunci garasinya hilang.
# La chiave del garage si è persa.
> Komputer bos rusak.
# Il computer del titolare è guasto.
.
> Siapa orang tua dari anak perempuan ini?.
# Chi sono i genitori della ragazza?.
> Bagaimana saya datang ke rumah orang tua Anda?.
# Come faccio ad arrivare alla casa dei suoi genitori?.
> Rumahnya terletak di akhir jalan.
# La casa è in fondo alla strada.
.
> Apa nama ibukota Swiss?.
# Come si chiama la capitale della Svizzera?.
> Apa judul buku itu?.
# Qual è il titolo del libro?.
> Siapa nama anak-anak tetangga?.
# Come si chiamano i bambini dei vicini?.
.
> Kapan anak-anak liburan sekolah?.
# Quando sono le vacanze estive dei bambini?.
> Kapan jam praktek dokter?.
# Qual è l’orario di ambulatorio del medico?.
> Kapan jam buka museum?.
# Qual è l’orario di apertura del museo?.

> 98 [sembilan puluh delapan],
Kata sambung berpasangan.
# 98 [novantotto],
Congiunzioni coordinative.
.
> Perjalanannya memang menyenangkan, tetapi terlalu melelahkan.
# Il viaggio è stato bello ma faticoso.
> Keretanya memang tepat waktu, tetapi terlalu penuh.
# Il treno era in orario ma affollatissimo.
> Hotelnya memang nyaman, tetapi sangat mahal.
# L’albergo era accogliente ma troppo caro.
.
> Dia naik bis atau kereta.
# Lui prende o l’autobus o il treno.
> Dia datang malam ini atau besok pagi.
# Lui viene o stasera o domani mattina.
> Dia tinggal bersama kami atau di hotel.
# Lui abita o da noi o in albergo.
.
> Dia berbicara bahasa Spanyol dan juga bahasa Inggris.
# Lei parla sia lo spagnolo che l’inglese.
> Dia pernah tinggal di Madrid juga di London.
# Lei ha vissuto sia a Madrid che a Londra.
> Dia mengenal Spanyol juga Inggris.
# Lei conosce sia la Spagna che l’Inghilterra.
.
> Dia bukan hanya bodoh, tapi juga malas.
# Lui non è solo stupido ma anche pigro.
> Dia tidak hanya cantik, tapi juga pintar.
# Lei non è solo carina ma anche intelligente.
> Dia tidak hanya berbicara bahasa Jerman, tapi juga bahasa Perancis.
# Lei non parla solo tedesco ma anche francese.
.
> Saya tidak dapat bermain piano maupun gitar.
# Io non so suonare né il pianoforte né la chitarra.
> Saya tidak dapat berdansa walz maupun samba.
# Non so ballare né il valzer né la samba.
> Saya tidak menyukai opera maupun balet.
# Non mi piace né l’opera né il balletto.
.
> Semakin cepat kamu bekerja, semakin awal kamu selesai.
# (Quanto) più in fretta lavori, (tanto) più presto finisci.
> Semakin cepat kamu datang, semakin awal kami pergi.
# (Quanto) prima vieni, (tanto) prima puoi andartene.
> Semakin tua manusia, semakin akan nyaman dirinya.
# (Quanto) più si invecchia, (tanto) più pigri si diventa.

> 97 [sembilan puluh tujuh],
Kata sambung 4.
# 97 [novantasette],
Congiunzioni 4.
.
> Dia tertidur, walaupun televisinya masih menyala.
# Si è addormentato, sebbene il televisore fosse acceso.
> Dia masih di sana, walaupun sudah larut malam.
# Lui è rimasto ancora, sebbene fosse già tardi.
> Dia tidak datang, walaupun kami sudah membuat janji.
# Non è venuto, sebbene noi avessimo un appuntamento.
.
> Televisinya menyala. Walupun demikian dia tertidur.
# Il televisore era acceso. Tuttavia si è addormentato.
> Saat itu sudah larut malam. Walaupun demikian dia masih tinggal di sana.
# Era già tardi. Tuttavia è rimasto ancora.
> Kami sudah membuat janji. Walaupun demikian dia tidak datang.
# Avevamo un appuntamento. Tuttavia non è venuto.
.
> Meskipun dia tidak memiliki SIM, dia mengendarai mobil.
# Sebbene non abbia la patente, guida la macchina.
> Meskipun jalannya licin, dia mengendarai mobil dengan kencang.
# Sebbene la strada sia gelata, lui va forte.
> Meskipun dia mabuk, dia naik sepeda.
# Sebbene sia ubriaco, lui va in bicicletta.
.
> Dia tidak punya SIM. Namun dia mengendarai mobil.
# Non ha la patente. Tuttavia porta la macchina.
> Jalanannya licin. Namun dia mengendarai dengan sangat kencang.
# La strada è gelata. Tuttavia va forte.
> Dia mabuk. Namun dia tetap naik sepeda.
# Lui è ubriaco. Tuttavia va in bicicletta.
.
> Dia tidak menemukan pekerjaan, meskipun dia telah tamat kuliah.
# Sebbene sia laureata, non trova un posto.
> Dia tidak segera pergi ke dokter, meskipun dia merasa sakit.
# Sebbene abbia dolori, non va dal medico.
> Dia membeli mobil, meskipun dia tidak memiliki uang.
# Sebbene non abbia soldi, compra una macchina.
.
> Dia telah tamat kuliah, walaupun demikian dia tidak menemukan pekerjaan.
# È laureata. Ciò nonostante non trova lavoro.
> Dia merasa sakit, walaupun demikian dia tidak pergi ke dokter.
# Lei ha dolori. Ciò nonostante non va dal medico.
> Dia tidak memiliki uang, walaupun demikian dia membeli mobil.
# Lei non ha soldi. Ciò nonostante compra una macchina.

> 96 [sembilan puluh enam],
Kata sambung 3.
# 96 [novantasei],
Congiunzioni 3.
.
> Saya bangun ketika jam wekernya berbunyi.
# Mi alzo appena suona la sveglia.
> Saya lelah ketika saya harus belajar.
# Mi stanco appena inizio a studiare.
> Saya berhenti bekerja kalau saya berumur 60 tahun.
# Smetto di lavorare appena faccio sessant’anni.
.
> Kapan Anda menelpon?.
# Quando telefona?.
> Segera bila saya punya waktu.
# Appena ho un momento di tempo.
> Dia menelpon segera ketika dia punya sedikit waktu.
# Lui telefona appena ha un po’ di tempo.
.
> Berapa lama Anda akan bekerja?.
# Quanto tempo lavorerà?.
> Saya akan bekerja, selama saya bisa.
# Lavorerò finché potrò.
> Saya akan bekerja, selama saya sehat.
# Lavorerò finché sarò sano.
.
> Dia lebih memilih berbaring di tempat tidur daripada bekerja.
# Sta a letto invece di lavorare.
> Dia lebih memilih membaca koran daripada memasak.
# Lei legge il giornale invece di cucinare.
> Dia lebih memilih duduk di bar daripada pulang ke rumah.
# Lui sta al bar invece di andare a casa.
.
> Sejauh yang saya tahu, dia tinggal disini.
# A quanto so lui abita qui.
> Sejauh yang saya tahu, istrinya sakit.
# A quanto so sua moglie è malata.
> Sejauh yang saya tahu, dia pengangguran.
# A quanto so lui è disoccupato.
.
> Saya ketiduran, kalau tidak saya pasti tepat waktu.
# Non mi sono svegliato in tempo, altrimenti sarei stato puntuale.
> Saya ketinggalan bis, kalau tidak saya pasti tepat waktu.
# Avevo perso l’autobus, altrimenti sarei stato puntuale.
> Saya tersesat, kalau tidak pasti saya akan tepat waktu.
# Non trovavo la strada, altrimenti sarei stato puntuale.

> 95 [sembilan puluh lima],
Kata sambung 2.
# 95 [novantacinque],
Congiunzioni 2.
.
> Sejak kapan dia tidak bekerja lagi?.
# Da quando non lavora più?.
> Sejak dia menikah?.
# Da dopo il suo matrimonio?.
> Ya, dia tidak bekerja lagi, sejak dia menikah.
# Sì, lei non lavora più da quando si è sposata.
.
> Sejak dia menikah, dia tidak bekerja lagi.
# Da quando si è sposata, non lavora più.
> Sejak mereka saling mengenal, mereka bahagia.
# Da quando si conoscono, sono felici.
> Sejak mereka memiliki anak, mereka jarang bepergian.
# Da quando hanno bambini, escono raramente.
.
> Kapan dia menelpon?.
# Quando telefona?.
> Selama di perjalanan?.
# Durante il viaggio?.
> Ya, selama dia mengendarai mobil.
# Sì, mentre guida.
.
> Dia menelpon selama dia mengendarai mobil.
# Lei telefona mentre guida.
> Dia melihat televisi selama dia menyeterika.
# Lei guarda la TV mentre stira.
> Dia mendengarkan musik selama dia melakukan pekerjaannya.
# Lei ascolta la musica mentre fa i compiti.
.
> Saya tidak melihat apapun kalau saya tidak mengenakan kaca mata.
# Non vedo niente se non metto gli occhiali.
> Saya tidak mengerti apapun kalau musiknya sangat keras.
# Non capisco niente se la musica è così forte.
> Saya tidak mencium apapun kalau saya menderita flu.
# Non sento odori, quando ho il raffreddore.
.
> Kami naik taksi kalau hujan.
# Se piove, prendiamo un tassì.
> Kami berkeliling dunia kalau kami memenangkan lotre.
# Se vinciamo al lotto, facciamo il giro del mondo.
> Kami mulai makan kalau dia tidak segera datang.
# Se non arriva presto, cominciamo a mangiare.

> 94 [sembilan puluh empat],
Kata sambung.
# 94 [novantaquattro],
Congiunzioni 1.
.
> Tunggu, sampai hujan berhenti.
# Aspetta finché smette di piovere.
> Tunggu, sampai saya selesai.
# Aspetta finché ho finito.
> Tunggu, sampai dia kembali.
# Aspetta finché lui torna.
.
> Saya menunggu, sampai rambut saya kering.
# Aspetto di avere i capelli asciutti.
> Saya menunggu, sampai filmya habis.
# Aspetto che il film sia terminato.
> Saya menunggu sampai lampu hijau.
# Aspetto che il semaforo sia verde.
.
> Kapan kamu pergi berlibur?.
# Quando vai in vacanza?.
> Sebelum liburan musim panas?.
# Ancora prima delle vacanze estive?.
> Ya, sebelum liburan musim panas tiba.
# Sì, prima che comincino le vacanze estive.
.
> Perbaiki atap itu, sebelum musim dingin tiba.
# Ripara il tetto prima che cominci l’inverno.
> Cuci tanganmu, sebelum kamu duduk di kursi makan.
# Lavati le mani prima di sederti a tavola.
> Tutup jendela itu, sebelum kamu pergi keluar.
# Chiudi la finestra prima di uscire.
.
> Kapan kamu kembali ke rumah?.
# Quando vieni a casa?.
> Setelah pelajaran usai?.
# Dopo le lezioni?.
> Ya, sesudah pelajaran usai.
# Sì, dopo che le lezioni sono finite.
.
> Setelah dia mengalami kecelakaan, dia tidak bisa bekerja lagi.
# Dopo l’incidente non ha più potuto lavorare.
> Setelah dia kehilangan pekerjaannya, dia pergi ke Amerika.
# Dopo aver perso il lavoro è andato in America.
> Setelah dia pergi ke Amerika, dia menjadi kaya.
# Dopo esser andato in America è diventato ricco.

> 93 [sembilan puluh tiga],
Anak kalimat dengan apakah.
# 93 [novantatré],
Frasi secondarie con se.
.
> Saya tidak tahu apakah dia mencintai saya.
# Non so se mi ama.
> Saya tidak tahu apakah dia akan kembali.
# Non so se ritorna.
> Saya tidak tahu apakah dia menelpon saya.
# Non so se mi telefona.
.
> Apa dia benar-benar mencintai saya?.
# Chissà se mi ama.
> Apa dia akan kembali?.
# Chissà se ritorna.
> Apa dia menelpon saya?.
# Chissà se mi telefona.
.
> Saya bertanya-tanya apakah dia memikirkan saya.
# Mi chiedo se mi pensi.
> Saya bertanya-tanya apakah dia benar memiliki wanita lain.
# Mi chiedo se abbia un’altra.
> Saya bertanya-tanya, apakah dia berbohong.
# Mi chiedo se menta.
.
> Apa dia memikirkan saya?.
# Chissà se mi pensa.
> Apa dia memiliki wanita lain?.
# Chissà se ha un’altra.
> Apa dia berkata yang sejujurnya?.
# Chissà se dice la verità.
.
> Saya ragu apa dia benar-benar menyukai saya.
# Dubito che mi voglia veramente bene.
> Saya ragu apa dia menyurati saya.
# Dubito che mi scriva.
> Saya ragu apa dia akan menikahi saya.
# Dubito che mi sposi.
.
> Apa dia benar-benar menyukai saya?.
# Chissà se mi ama veramente.
> Apa dia benar-benar menyurati saya?.
# Chissà se mi scrive.
> Apa dia benar-benar akan menikahi saya?.
# Chissà se mi sposa.

> 92 [sembilan puluh dua],
Anak kalimat dengan bahwa 2.
# 92 [novantadue],
Frasi secondarie con che 2.
.
> Hal itu membuat saya jengkel kalau kamu mendengkur.
# Mi secca che tu russi.
> Hal itu membuat saya jengkel kalau kamu minum begitu banyak bir.
# Mi secca che tu beva tanta birra.
> Hal itu membuat saya jengkel kalau kamu datang sangat terlambat.
# Mi secca che tu venga così tardi.
.
> Saya pikir dia membutuhkan dokter.
# Credo che abbia bisogno di un medico.
> Saya pikir dia sakit.
# Credo che sia malato.
> Saya pikir sekarang dia sedang tidur.
# Credo che adesso dorma.
.
> Kami berharap bahwa dia menikahi anak perempuan kami.
# Speriamo che sposi nostra figlia.
> Kami berharap bahwa dia memiliki banyak uang.
# Speriamo che abbia molti soldi.
> Kami berharap bahwa dia adalah milyuner.
# Speriamo che sia milionario.
.
> Saya telah mendengar bahwa istrimu mengalami kecelakaan.
# Ho sentito che tua moglie ha avuto un incidente.
> Saya telah mendengar bahwa dia berada di rumah sakit.
# Ho sentito che è all’ospedale.
> Saya telah mendengar bahwa mobilnya benar-benar rusak.
# Ho sentito che la tua macchina è completamente distrutta.
.
> Hal itu membuat saya senang, Anda datang.
# Mi fa piacere che sia venuto.
> Hal itu membuat saya senang, bahwa Anda tertarik.
# Mi fa piacere che abbia interesse.
> Hal itu membuat saya senang, kalau Anda mau membeli rumah.
# Mi fa piacere che voglia comprare la casa.
.
> Saya kuatir kalau bis yang terakhir sudah pergi.
# Temo che l’ultimo autobus sia già passato.
> Saya kuatir kalau kita harus naik taksi.
# Temo che dobbiamo prendere un tassi.
> Saya kuatir kalau saya tidak bawa uang.
# Temo di non avere denaro con me.

> 91 [sembilan puluh satu],
Anak kalimat dengan bahwa 1.
# 91 [novantuno],
Frasi secondarie con che 1.
.
> Cuaca esok hari mungkin akan membaik.
# Forse domani il tempo sarà migliore.
> Darimana Anda mengetahui hal itu?.
# Come fa a saperlo?.
> Saya harap, hal ini akan menjadi lebih baik.
# Spero che migliori.
.
> Dia pasti datang.
# Viene sicuramente.
> Yakin?.
# È sicuro?.
> Saya tahu bahwa dia datang.
# So che viene.
.
> Dia pasti menelpon.
# Telefona sicuramente.
> Benarkah?.
# Veramente?.
> Saya pikir dia menelpon.
# Credo che telefoni.
.
> Minuman anggurnya benar-benar sudah tua.
# Il vino è certamente invecchiato.
> Apakah Anda benar-benar mengetahuinya?.
# Lo sa di sicuro?.
> Saya berasumsi bahwa anggurnya tua.
# Suppongo che sia invecchiato.
.
> Bos kami tampan.
# Il nostro titolare ha un bell’aspetto.
> Bagaimana menurut Anda?.
# Lei trova?.
> Menurut saya dia benar-benar kelihatan tampan.
# Trovo che abbia addirittura un ottimo aspetto.
.
> Bos itu pasti sudah memiliki seorang kekasih.
# Il titolare ha certamente un’amica.
> Anda benar-benar percaya?.
# Lo crede veramente?.
> Mungkin saja kalau dia mempunyai seorang kekasih.
# È molto probabile che abbia un’amica.

> 90 [sembilan puluh],
Imperatif 2.
# 90 [novanta],
Imperativo 2.
.
> Bercukurlah kamu!.
# Fatti la barba!.
> Pergilah Mandi kamu!.
# Lavati!.
> Sisirlah rambutmu!.
# Pettinati!.
.
> Telpon! Silahkan Anda menelpon!.
# Telefonami! Mi telefoni!.
> Mulai! Silahkan Anda mulai!.
# Comincia! Cominci!.
> Hentikan! Hentikanlah!.
# Smettila! La smetta!.
.
> Tinggalkan! Silahkan Anda tinggalkan itu!.
# Lascia stare! Lasci stare!.
> Katakan! Silahkan Anda katakan!.
# Dì questo! Dica questo!.
> Beli! Silahkan Anda beli!.
# Compra questo! Compri questo!.
.
> Jangan pernah tidak jujur!.
# Non essere mai disonesto!.
> Jangan pernah kurang ajar!.
# Non essere mai impertinente!.
> Jangan pernah tidak sopan!.
# Non essere mai scortese!.
.
> Jujurlah selalu!.
# Sii sempre sincero!.
> Bersikaplah selalu baik!.
# Sii sempre carino!.
> Bersikaplah selalu sopan!.
# Sii sempre gentile!.
.
> Berhati-hatilah dalam perjalanan pulang!.
# Buon ritorno a casa!.
> Berhati-hatilah Anda !.
# Abbia cura di sé!.
> Kunjungi kami lagi kapan-kapan!.
# Ritorni a trovarci presto!.

> 89 [delapan puluh sembilan],
Imperatif 1.
# 89 [ottantanove],
Imperativo 1.
.
> Kamu pemalas – jangan malas!.
# Tu sei così pigro – non essere così pigro!.
> Kamu tidur sangat lama – jangan tidur terlalu lama!.
# Tu dormi tanto – non dormire tanto!.
> Kamu datang sangat terlambat – jangan datang terlambat!.
# Tu arrivi così tardi – non arrivare così tardi!.
.
> Kamu tertawa terlalu keras – jangan tertawa terlalu keras!.
# Tu ridi così forte – non ridere così forte!.
> Kamu bicara terlalu pelan – jangan bicara terlalu pelan!.
# Tu parli così a bassa voce – non parlare così a bassa voce!.
> Kamu minum terlalu banyak – jangan minum terlalu banyak!.
# Tu bevi troppo – non bere tanto!.
.
> Kamu merokok terlalu banyak – jangan merokok terlalu banyak!.
# Tu fumi troppo – non fumare tanto!.
> Kamu bekerja terlalu keras – jangan bekerja terlalu keras!.
# Tu lavori troppo – non lavorare tanto!.
> Kamu menyetir terlalu kencang – jangan menyetir terlalu kencang!.
# Tu vai troppo forte – non andare così forte!.
.
> Silahkan berdiri, Pak Müller!.
# Si alzi, signor Müller!.
> Silahkan duduk, Pak Müller!.
# Si accomodi, signor Müller!.
> Tetaplah Anda duduk, Pak Müller!.
# Resti seduto, signor Müller!.
.
> Bersabarlah Anda!.
# Abbia pazienza!.
> Nikmati saja waktu Anda!.
# Faccia con comodo!.
> Anda tunggu sebentar!.
# Aspetti un momento!.
.
> Berhati-hatilah!.
# Faccia attenzione!.
> Tepatlah waktu!.
# Sia puntuale!.
> Jangan bertindak bodoh!.
# Non sia stupido!.

> 88 [delapan puluh delapan],
Masa lampau kata kerja modal 2.
# 88 [ottantotto],
Passato – Verbi modali 2.
.
> Anak lelaki saya tidak ingin bermain dengan boneka.
# Mio figlio non voleva giocare con la bambola.
> Anak perempuan saya tidak ingin bermain sepak bola.
# Mia figlia non voleva giocare a pallone.
> Istri saya tidak ingin bermain catur dengan saya.
# Mia moglie non voleva giocare a scacchi con me.
.
> Anak-anak saya tidak ingin jalan-jalan.
# I miei figli non volevano fare una passeggiata.
> Mereka tidak ingin membersihkan kamar.
# Non volevano riordinare la camera.
> Mereka tidak ingin pergi tidur.
# Non volevano andare a letto.
.
> Dia tidak boleh makan es krim.
# Lui non poteva mangiare il gelato.
> Dia tidak boleh makan cokelat.
# Lui non poteva mangiare il cioccolato.
> Dia tidak boleh makan permen.
# Lui non poteva mangiare le caramelle.
.
> Saya boleh mengharapkan sesuatu untuk diri saya.
# Ho potuto esprimere un desiderio.
> Saya boleh membeli sebuah baju.
# Ho potuto comprarmi un vestito.
> Saya boleh mengambil permen pralin.
# Ho potuto prendere un cioccolatino.
.
> Bolehkah kamu merokok di pesawat?.
# Potevi fumare in aereo?.
> Bolehkah kamu minum bir di rumah sakit?.
# Potevi bere la birra in ospedale?.
> Bolehkah kamu membawa anjing ke hotel?.
# Potevi portare il cane in albergo?.
.
> Di masa liburan, anak-anak boleh bermain lama di luar.
# Durante le vacanze i bambini potevano restare a lungo fuori.
> Mereka boleh lama bermain di lapangan.
# Loro potevano giocare a lungo nel cortile.
> Mereka boleh terjaga sampai larut malam.
# Loro potevano restare svegli fino a tardi.